Sekolah Kader Penggerak Desa (SKPD) Ansor Ke 2 di Gelar di YPI Shofa Marwah

1
224
Ketua PC GP Ansor Jepara Sahabat Ainul Mahfudh dan seluruh peserta SKPD, di aula YPI Shofa Marwah Sowan Lor. Foto: ansorcyberjepara

AnsorJepara.or.id – Pimpinan Cabang Gerakan (GP) Pemuda Ansor Jepara menggelar Sekolah Kader Penggerak Desa (SKPD) Ke-2, di ikuti sekitar 40 peserta yang tersebar dari Kec. Kedung, Pecangaan, dan Batealit, dan dihadiri Kepala Desa Sowan Lor, PCNU Jepara, MWCNU Kedung, Muspika Kedung di Aula YPI Shofa Marwah Desa Sowan Lor. Ahad (16/7/2023) siang.

Sekolah Kader Penggerak Desa (SKPD) merupakan progam dari bidang Advokasi Pimpinan Cabang GP Ansor Jepara dalam rangka menyiapkan kader-kader yang tangguh, menjadi kontrol sistem birokrasi dan motor gerakan anak-anak muda Ansor dalam berperan aktif untuk kemajuan desa.

Baca: Ngaji Wagenan Rijalul Ansor Sebagai Benteng ASWAJA PAC GP Ansor Tahunan

Sambutan pertama disampaikan oleh perwakilan PCNU Jepara, KH Zainuri Toha dalam sambutannya menyampaikan kegiatan yang di khususkan kepada kader ansor dalam mengikuti SKPD ini agar bisa birsinergi dengan petinggi atau pemerintah desanya.

agar kader ansor mengetahui bahwa hak-hak masyarakat didalam APBDES maupun penyelenggaraan RKPDES, APBD dan sebagaianya. Falsafahnya begini di Jepara katakanlah penduduknya 1 Juta kalau itu 80% adalah warga Nahdlatul Ulama maka APBDES yang ada di desa-desa maka harus sampai terhadap warga Nahdlatul Ulama, karena apa pemerintah ini dalam rangka melayani masyarakat dan masyarakat yang dilayani 80 % warga Nahdliyin.

Kader-kader ansor inilah monggo diajak sinergi dalam rangka memastikan apakah anggaran-anggaran desa ini sampai kepada warga Nahdliyin. Jika belum sampai, kader ansor jangan menjadi semacam justifikator yang kemudian mencari kesalahan.

“Paling bagus setelah mendapatkan ilmu di SKPD, maka kalau terjadi hal-hal yang belum sampai kepada masyarakat umum perlu adanya tabayyun itulah budaya didalam Nahdlatul Ulama, jangan sampai ada justifikasi tapi tabayyun terlebih dahulu,” sahut Yai Toha.

Muhammad Hadiyanto juga menjelaskan berkaitan dengan RKPDES 2024 Desa Sowan Lor melibatkan pengurus NU, jadi semua kegiatan dari ke-NU-an, Ansor, Fatayat, ataupun IPNU/IPPNU, kami menginginkan semua itu bisa diakses lewat Karang Taruna atau PKK.

“Kepada semua kader yang hari ini pada ikut Sekolah Kader Penggerak Desa bisa bersinergi kepada petinggi-petingginya yang ada di desa panjenengan semua,” harap Petinggi Sowan Lor.

Kyai Sodikin yang mewakili MWC NU Kedung juga menyampaikan bahwa desa adalah kekuatan ekonomi, kekuatan ekonomi yang bagaimana kita perlu galih, dan potensi yang ada di desa harus dikembangkan dari segala hal.

“Kami ucapkan selamat untuk mengikuti Sekolah Kader Penggerak Desa insyaAllah sangat bermanfaat buat panjenengan semua kedepannya,” tambahnya.

Baca: Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PC GP Ansor Jepara Resmi dilantik

Sambutan dari ketua PC GP Ansor sahabat Ainul Mahfudh menyampaikan agar kegiatan pada siang ini sampai malam kita ikuti secara serius, karena nantinya kita bener-bener belajar memposisikan diri kita di dalam desa.

Desa memiliki kewenangan yang besar, karena desentralisasi itu tidak hanya sampai ke tingkatan pusat ke kabupaten, setelah adanya UU Desa mempunyai kewenangan yang banyak sehingga kita sebagai kader-kader yang ada di desa harus terlibat secara aktif dalam mengawal desa.

“Sebenarnya berorganisasi itu sederhana,kita hanya butuh kader yang punya kapabilitas. Kader-kader yang bisa mengoptimalkan dirinya untuk kepentingan organisasi. Ukurannya hanya 2, komitmen dalam organisasi dan kemampuan menjalankan organisasi,” tegas Ainul. [ansorjepara.or.id/ka]

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here