Rukun dan Syarat I’tikaf yang Harus Dikerjakan

1
248
Rukun dan syarat i’tikaf yang harus dikerjakan oleh kaum muslim. Foto: ansorcyberjepara

AnsorJepara.or.id – Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh pahala ketika Allah SWT melipat gandakan setiap amal ibadah. Ada satu malam di bulan Ramadhan dimana ibadah apa pun lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan disebut malam lailatul qadar.

Itikaf adalah amalan berdiam diri di masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. dengan beribadah, dzikir, bertasbih dan kegiatan terpuji lainnya, seperti tadarus qiyamul lail untuk shalat malam. I’tikaf sebenarnya bisa dilakukan kapan saja, namun khususnya di bulan Ramadan, i’tikaf lebih diutamakan. Selama 10 hari terakhir Ramadhan, sebagian orang biasanya meningkatkan amal ibadahnya dengan beri’tikaf di masjid.

Hadits Rasulullah SAW mengatakan bahwa itikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadhan adalah seperti melakukan itikaf dengan beliau (Rasulullah SAW).

مَنِ اعْتَكَفَ مَعِي فَلْيَعْتَكِفَ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ

Artinya: “Siapa yang ingin beri’tikaf bersamaku, maka beri’tikaflah pada sepuluh malam terakhir.” (HR Ibnu Hibban).

Mengutip dari islam.nu.or.id, ada beberapa syarat dan rukun yang harus diikuti untuk melakukan i’tikaf. Selain itu, kita juga harus mengetahui hukum tentang pelaksanaan itikaf di masjid, simak dibawah ini:

Hukum Itikaf pada asalnya adalah sunnah, namun bisa menjadi wajib ketika mengambil sumpah. Hukum i’tikaf juga bisa menjadi haram jika istri melakukannya tanpa izin suaminya. Hukum i’tikaf menjadi makruh ketika dilakukan dengan perilaku atau pakaian yang menarik perhatian orang lain dan dengan demikian menimbulkan fitnah, meskipun disertai dengan izin.

Sedangkan rukun i’tikaf ada empat mengenai empat rukun itikaf yang harus dilakukan selama melaksanakanya ialah sebagai berikut: (1) Niat (2) berdiam diri di masjid (setidaknya saat shalat tuma’ninah) (3) masjid, tetapi dalam mazhab Hanafi, wanita diperbolehkan beri’tikaf di rumah (4) orang yang beri’tikaf.

Adapun melakukan i’tikaf juga harus memenuhi syarat-syaratnya yaitu: Islam, berakal sehat, bebas dari hadas besar. Seseorang yang melakukan i’tikaf tetapi tidak memenuhi syarat-syarat di atas dianggap tidak sah.

Baca: Syarat Harta yang Wajib Dizakati

I’tikaf di bulan Ramadhan membantu kita untuk menghargai diri sendiri. Dengan I’tikaf kita fokus pada diri sendiri dan menjauhi kesombongan dan mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. [ansorjepara.or.id/ka]

Ahmad Rudianto, Anggota Media BAANAR PC Ansor GP. Ansor Kabupaten Jepara

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here